Penyebab dan Cara Mengatasi Laptop Sering Mati Sendiri

Laptop Anda sering mati sendiri secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas? Jangan panik, pada kesempatan kali ini kita akan bahas beberapa solusi yang bisa dicoba dan mencari tahu apa sebenarnya sumber masalah yang ada di laptop Anda.

Pada saat terjadi masalah yang berpeluang menimbulkan kerusakan pada hardware seperti overheat atau kelebihan arus, maka komputer akan melakukan fail safe dengan mematikan perangkat. Proses auto shutdown ini biasanya terjadi begitu saja tanpa adanya peringatan terlebih dahulu.

Jadi komputer yang mati sendiri itu memang sudah didesain untuk mencegah kerusakan, dan ketika Anda mengalami hal ini artinya ada masalah yang cukup serius pada laptop atau PC yang Anda gunakan.

Beberapa gejala yang paling sering terjadi di antaranya:

  • laptop tiba tiba mati padahal baterai penuh
  • laptop mati sendiri padahal tidak panas
  • laptop mati sendiri setelah beberapa menit
  • laptop tiba tiba mati saat di cas
  • laptop mati sendiri ketika dihidupkan

Sebelum masuk ke pembahasan inti, pertama kita akan coba kupas dulu apa saja faktor-faktor yang bisa menyebabkan masalah ini.

Penyebab laptop mati sendiri

1. Overheat

laptop mati sendiri karena panas

Setiap perangkat komputer dan komponen-komponen yang ada di dalamnya memiliki ambang batas tertentu terhadap suhu panas yang bisa ditoleransi. Apabila suhu pada komponen sudah melebihi ambang batas, terutama pada CPU, maka komputer akan mati secara otomatis untuk mencegah kerusakan. Kelebihan panas pada komputer ini sering dikenal juga dengan nama overheat.

Beberapa hal yang paling sering menyebabkan terjadinya kelebihan panas pada laptop adalah:

  • Kipas prosesor yang mati atau tidak berfungsi dengan baik
  • Debu dan kotoran yang menumpuk pada bagian dalam laptop
  • Ventilasi udara yang tersumbat kotoran
  • Pasta thermal prosesor kering

Terjadinya overheat ini cukup mudah dikenali, apabila kipas prosesor masih berfungsi maka Anda akan mendengar putarannya sangat kencang dan bising diikuti dengan suhu casing yang terasa panas apabila diraba. Sesaat setelah itu biasanya laptop akan mati sendiri karena tidak mampu menurunkan suhu panas yang sudah sangat tinggi.

2. Kesalahan pada charger, baterai, atau power supply

laptop mati sendiri padahal baterai penuh

Salah satu penyebab laptop mati sendiri ketika di charge adalah karena adaptor pada charger tidak berfungsi dengan baik untuk menyeimbangkan arus. Ketika colokan charger disambung maka laptop akan mati secara otomatis untuk mencegah terjadinya kerusakan pada komponen lainnya.

Selain itu masalah seperti baterai yang sudah soak juga bisa menyebabkan laptop tiba-tiba mati ketika digunakan. Baterai yang kapasitasnya pengisiannya sudah tidak normal bisa tiba-tiba drop meskipun pada indikator masih terlihat banyak.

Bagi pengguna PC rakitan wajib juga untuk mengecek kondisi power supply yang digunakan. Power supply yang bermasalah juga bisa menyebabkan PC mati secara tiba-tiba tanpa peringatan.

3. Kegagalan perangkat (hardware failure)

penyebab laptop mati sendiri karena hardware rusak

Pernah mengalami laptop mati mendadak dan tidak bisa hidup lagi? Ini adalah salah satu tanda terjadinya hardware failure pada komputer Anda. Perangkat keras yang tidak terpasang dengan benar atau terjadi korslet juga bisa menyebabkan komputer mati tiba-tiba.

Untuk mendeteksi bagian mana yang rusak memang bukanlah hal yang mudah, pertama mungkin Anda harus memperhatikan suara bip yang muncul pada saat booting, kerusakan tertentu akan memiliki suara bip yang berbeda. Coba lihat buku panduan laptop Anda untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Untuk lebih amannya lebih baik bawa laptop Anda ke service center terdekat.

Masalah kompatibilitas juga bisa memicu masalah ini, apabila Anda baru-baru ini melakukan pemasangan komponen baru pada PC coba cek lagi apakah sudah terpasang dengan benar dan cocok dengan motherboard yang digunakan?

4. Kerusakan pada kapasitor

Penyebab laptop mati sendiri tanpa peringatan yang berikutnya adalah kerusakan pada komponen yang bernama kapasitor. Komponen ini berperan dalam melakukan filter arus dan frekuensi yang masuk, apabila bocor atau rusak maka bisa menyebabkan laptop sering mati ketika digunakan.

Meskipun kasusnya cukup jarang, namun laptop yang sudah digunakan cukup lama bisa saja mengalami kerusakan pada bagian ini. Apabila Anda curiga kapasitor di laptop yang menjadi sumber masalah maka coba bawa laptop ke service center dan ceritakan gejala-gejala yang muncul agar bisa ditangani dengan tepat.

5. Driver yang outdated atau korup

Selain masalah pada fisik perangkat keras, driver yang merupakan penggeraknya juga bisa menjadi sumber masalah. Driver yang korup atau konflik dengan program lain juga bisa menyebabkan komputer mati sendiri tanpa peringatan.

Display driver yang mengalami crash juga bisa menyebabkan layar menjadi blank, meskipun mesin laptop tidak mati tapi di layar tidak ada tampilan apapun seperti sedang mati.

6. Virus dan malware

Virus dan malware yang menginfeksi sistem juga bisa menyebabkan laptop sering mati sendiri saat digunakan. Virus, malware, dan program-program jahat akan membajak kerja prosesor sehingga seluruh resource digunakan habis untuk aktivitas mereka. Akibatnya bisa berujung pada overheat atau overload prosesor yang akan memicu fail safe dan auto shutdown.

Virus biasanya masuk bersama program ilegal yang Anda install ke laptop, tidak jarang juga para penyebarnya menyisipkan virus pada link yang dikirimkan ke email. Jadi Anda harus berhati-hati saat akan menginstall program yang belum diketahui sumbernya juga lebih waspada dengan email-email scam yang sering kali lolos filter dan masuk ke inbox.

7. Overclocking

Bagi para gamer dan mereka yang hobi otak-atik PC pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah overclocking. Tapi tahukah Anda jika ini juga bisa menjadi penyebab laptop mati sendiri saat main game atau menjalankan software berat. Laptop atau PC dalam keadaan overclocked akan bekerja sangat keras hingga mencapai titik maksimalnya, apabila sistem pendinginan tidak bagus maka bisa berujung pada overheat dan mati sendiri secara otomatis.

8. Fitur fast startup di Windows 10

Fast Startup adalah fitur di Windows 10 yang berfungsi untuk mempersingkat waktu komputer untuk melakukan booting dari kondisi mati total. Fitur ini secara default akan aktif, masalahnya tidak semua perangkat kompatibel dengan fitur ini. Beberapa pengguna terutama yang menggunakan perangkat tua akan mengalami masalah komputer mati sendiri karena fitur ini aktif.

Cara mengatasi laptop sering mati sendiri

1. Bersihkan debu dan kotoran pada bagian dalam laptop

mengatasi laptop mati sendiri secara tiba tiba

Seperti yang sudah dijelaskan di awal tadi jika debu dan kotoran yang menutupi komponen-komponen pada mesin laptop dan menutupi ventilasi adalah penyebab utama terjadinya kelebihan panas. Untuk mengatasi laptop mati sendiri karena panas, maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membersihkan bagian dalam laptop dengan cara membuka casingnya.

Anda bisa menggunakan kuas pembersih kecil dan blower untuk membersihkan bagian-bagian yang sempit dan sulit dijangkau. Setelah memastikan semua komponen sudah bersih dari debu dan tidak ada yang menyumbat jalan keluar masuknya udara maka coba lagi gunakan laptop seperti biasa dan lihat perbedaannya.

Laptop yang sudah dibersihkan akan memiliki sirkulasi panas yang lebih lancar sehingga masalah overheat yang menyebabkan laptop mati sendiri tidak akan muncul lagi.

2. Ganti pasta thermal dengan yang baru

pasta thermal untuk mendinginkan laptop yang sering mati sendiri karena panas

Cara mengatasi laptop cepat panas dan mati sendiri yang selanjutnya adalah mengganti pasta thermal yang berfungsi untuk mendinginkan prosesor.

Pada laptop atau PC yang sudah digunakan dalam waktu lama seringkali ditemui pasta thermal ini sudah kering, akibatnya panas pada prosesor menjadi tinggi dan menyebabkan komputer shutdown sendiri untuk mencegah kerusakan.

3. Pastikan semua kipas berfungsi dengan baik

kipas pendingin untuk mencegah laptop mati sendiri

Kipas yang ada pada komputer Anda berfungsi untuk mengeluarkan hawa panas dari dalam laptop dan memasukkan udara dingin dari luar. Apabila semua kipas berfungsi dengan baik maka kelebihan panas bisa dikatakan tidak akan terjadi.

Namun kadang-kadang Anda tidak sadar jika salah satu kipas yang ada di dalam laptop sudah tidak berfungsi, akibatnya sirkulasi panas menjadi tidak lancar. Jika sudah seperti ini maka panas akan berkumpul pada bagian dalam laptop dan menyebabkan overheat. Bila panas sudah melewati ambang batas maka laptop akan mati agar tidak menyebabkan kerusakan komponen yang ada.

Untuk mencegah hal ini terjadi maka Anda bisa cek apakah semua kipas di dalam laptop berfungsi dengan baik? Lihat juga apakah kipas berputar dengan lambat karena banyak kotoran yang menumpuk di sana. Bersihkan kipas yang kotor dan bila ada kipas yang sudah lemah Anda bisa menggantinya dengan yang baru.

4. Gunakan laptop di tempat dengan arus stabil

Kelebihan arus atau overvolting juga bisa menyebabkan laptop tiba-tiba mati sendiri saat digunakan, terutama jika adaptor charger yang Anda gunakan tidak bagus dan tidak mampu menyeimbangkan kelebihan arus yang masuk. Charger berbunyi saat digunakan adalah indikasi terjadi kerusakan di dalamnya.

Untuk mencegah terjadinya hal ini maka sangat disarankan untuk menggunakan laptop pada tempat dengan arus listrik yang stabil. Bila listrik di rumah Anda sering tidak stabil maka Anda bisa membeli stabilizer untuk mencegah kelebihan arus merusak alat-alat elektronik yang ada.

5. Pastikan charger, baterai, dan power supply normal

Baterai laptop yang sudah tidak bagus juga seringkali menyebabkan laptop mati sendiri setelah beberapa menit, meskipun pada awalnya baterai masih terisi penuh. Ini karena kapasitas pengisian pada baterai sudah tidak bagus lagi.

Selain itu masalah pada power supply juga bisa menyebabkan laptop langsung mati ketika booting karena daya yang ada tidak cukup untuk menenagai seluruh komponen pada komputer.

Untuk mengatasi hal ini maka Anda perlu mempertimbangkan untuk mengganti baterai yang sudah rusak dengan yang baru dan memastikan power supply yang digunakan pada PC masih berfungsi dengan normal.

6. Gunakan kipas pendingin saat bermain game atau menjalankan software berat

Untuk mengatasi laptop cepat panas dan mati sendiri saat main game maka Anda bisa menggunakan cooling pad atau kipas pendingin, tujuannya adalah untuk menjaga suhu agar tidak overheat.

Ketika bermain game atau menjalankan software berat maka prosesor dan komponen lainnya akan bekerja ekstra keras, oleh karena itu panas yang dihasilkan juga menjadi lebih banyak.

Saat bermain game usahakan untuk menggunakan kipas pendingin dan letakkan laptop pada ruangan dengan sirkulasi udara yang lancar. Lebih bagus lagi jika Anda berada di ruangan ber-AC.

7. Bersihkan virus dan malware

Virus dan malware juga merupakan penyebab laptop cepat panas dan mati secara tiba-tiba. Saat laptop terkena virus mungkin Anda akan mengalami beberapa masalah yang kadang terjadi secara bersamaan, seperti CPU usage 100% tanpa alasan yang jelas, kipas laptop bunyi sangat keras dan berisik, serta laptop cepat panas dan mati tiba-tiba.

Membersihkan virus yang sudah terlanjur masuk ke sistem biasanya akan lebih sulit daripada mencegahnya, apabila sudah masuk maka yang bisa kita lakukan adalah mencoba melakukan full scan dengan menggunakan antivirus terbaik. Khusus pengguna Windows 10 Anda bisa melakukan full scan dengan Windows Security.

Berikut ini cara mengatasi laptop mati sendiri karena virus:

1. Pertama update dulu Windows 10 Anda dengan cara masuk ke Settings > Update & Security > Windows Update > Check for udpates.

update windows untuk mengatasi laptop mati sendiri

2. Tunggu hingga proses update selesai, setelah itu restart komputer anda.

3. Setelah komputer menyala kembali kita sudah bisa melakukan full scan. Pertama masuk ke Settings > pilih Update & Security.

4. Klik pada tab Windows Security.

5. Pada panel sebelah kanan klik pada menu Virus & threat protection.

6. Pilih pada opsi Scan options.

7. Centang pada pilihan Full scan lalu klik tombol Scan now.

mengatasi laptop mati sendiri karena virus

Tunggu hingga proses scan selesai, biasanya akan memakan waktu yang cukup lama tergantung dari seberapa besar kapasitas drive dan jumlah file yang ada.

Apabila ada virus yang terdeteksi maka Anda bisa menghapusnya dengan cara klik pada tombol Action > Remove

membersihkan virus penyebab laptop mati sendiri

8. Update Windows dan semua driver yang usang

Driver yang rusak atau sudah tidak kompatibel juga bisa menyebabkan masalah pada komputer Anda. Untuk mengatasi hal ini maka cara yang paling efektif adalah dengan melakukan update driver dan Windows.

Panduan berikut ini akan membantu Anda:

9. Matikan fitur Fast Startup

Fitur ini sebenarnya tidak terlalu penting, fungsinya hanya untuk mempersingkat waktu yang diperlukan komputer untuk menyala. Pada beberapa perangkat fitur ini justru sering kali menyebabkan berbagai masalah. Oleh karena itu sebaiknya dimatikan, terutama bila Anda menggunakan perangkat komputer tua atau yang spesifikasinya rendah.

Ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Pertama Anda buka Control Panel kemudian pilih menu Power Options

2. Pilih pada menu Choose what the power buttons do

3. Klik pada pilihan Change settings that are currently unavailable

4. Hilangkan centang pada pilihan Turn on fast startup

5. Klik Save changes

mematikan fitur fast startup untuk mencegah laptop mati sendiri

Setelah selesai restart komputer Anda dan coba gunakan seperti biasa. Lihat apakah masalah laptop yang sering mati sendiri masih muncul atau tidak.

11. Jalankan System File Checker (SFC)

Selain karena masalah pada hardware, kesalahan pada sistem juga bisa menyebabkan masalah ini. Di Windows ada sebuah fitur bernama System File Checker yang bisa Anda gunakan untuk melakukan scanning pada system file secara menyeluruh, apabila ada error maka akan terdeteksi dan diperbaiki secara otomatis.

Ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Klik pada tombol Start.

2. Pada search bar ketik: cmd

3. Pada menu yang muncul pilih Run as administrator.

4. Selanjutnya pada program Command Prompt ketik perintah:

sfc /scannow
mengatasi laptop mati sendiri karena panas

5. Tekan Enter dan tunggu hingga proses scan selesai.

Anda akan melihat apabila ada kesalahan sistem yang berhasil dideteksi beserta keterangannya. Biasanya error akan diperbaiki secara otomatis oleh SFC. Namun bila gagal diperbaiki, maka Anda bisa menggunakan pesan error yang muncul sebagai informasi untuk mencari solusi selanjutnya.

12. Reset PC

Untuk mengatasi laptop sering mati sendiri secara tiba-tiba yang disebabkan karena kesalahan pada sistem Anda juga bisa melakukan reset PC. Ini berbeda dengan install ulang yang memerlukan file installer, melakukan reset bisa langsung dilakukan tanpa harus menyiapkan flashdisk bootable atau DVD.

Selain itu reset juga berbeda dengan install ulang yang akan menghilangkan semua data-data Anda, saat melakukan reset Anda bisa memilih untuk tetap menyimpan file lama yang ada di folder user (drive C, folder Downloads, Pictures, Videos, Documents, Desktop).

Ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Pertama klik tombol Start kemudian pilih menu Settings.

2. Selanjutnya pilih menu Update & Security.

3. Klik pada menu Recovery.

4. Klik tombol Get started pada bagian Reset this PC.

5. Pilih Keep my files > ini adalah opsi untuk tetap menyimpan file-file lama.

6. Klik Next.

7. Klik tombol Reset > tunggu hingga prosesnya selesai.

Setelah melakukan reset maka kondisi Windows Anda akan kembali seperti saat pertama kali diinstall. Semua aplikasi akan terhapus sehingga Anda perlu menginstall kembali aplikasi apa saja yang diperlukan seperti biasa.

13. Upgrade

Jika cara semua cara di atas sudah dicoba namun tetap saja laptop mengalami masalah sering mati sendiri tanpa peringatan dan sebab yang jelas, maka sepertinya Anda harus mulai mempertimbangkan untuk melakukan upgrade alias ganti baru. Apalagi jika laptop yang digunakan memang sudah tua dan sudah masanya untuk diganti.

Leave a Comment