Cara Memperkecil Pemakaian RAM, Disk, dan CPU di Windows 10

Memaksimalkan penggunaan RAM dan CPU di komputer adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk mempercepat Windows 10. Semakin banyak ruang memori dan prosesor yang tersisa akan membuat program-program yang ada berjalan dengan lancar, apalagi buat Anda yang terbiasa bekerja dengan multitasking, membuka banyak aplikasi sekaligus dalam satu waktu.

Sebelum kita membahas lebih jauh bagaimana cara mengurangi pemakaian memori di Windows 10, sebaiknya kita pahami dulu apa itu sebenarnya RAM dan CPU, dua komponen yang menentukan performa sebuah komputer.

Pengertian RAM dan CPU serta fungsinya pada sebuah komputer

Apa itu RAM?

RAM adalah singkatan dari Random Access Memory, fungsinya sebagai media penyimpanan jangka pendek bagi program-program yang sedang berjalan.

Semakin banyak jumlah RAM yang tersedia maka semakin banyak pula program yang bisa kita jalankan tanpa membuat komputer jadi lag.

Apa itu CPU?

CPU adalah singkatan dari Central Processing Unit. Singkatnya CPU adalah otak dari sebuah komputer yang tugasnya melakukan operasi aritmatika, logika, pengontrolan, dan pengolahan input – output (I/O) yang ditentukan oleh instruksi spesifik.

Jika RAM tugasnya sebagai memori yang menyimpan file-file program, maka CPU adalah eksekutor dari program tersebut. Kedua komponen inilah yang sangat menentukan kecepatan sebuah komputer.

Jika salah satunya hanya tersisa sedikit maka program-program yang sedang dijalankan akan melambat, dan kita tidak bisa lagi menjalankan program lain dengan baik. Bahkan kalau sudah mencapai 90 – 100% bisa menyebabkan komputer jadi freeze (layar berhenti tidak bisa diapa-apakan lagi).

Untuk mencegah hal ini terjadi di Windows 10, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan.

Cara mengurangi pemakaian RAM, Disk, dan CPU di Windows 10

1. Matikan Startup program yang tidak diperlukan

Startup program adalah program yang akan berjalan secara otomatis setelah komputer dihidupkan. Semakin banyak yang aktif maka pemakaian memori dan CPU akan semakin besar pula.

Tidak semua program benar-benar diperlukan untuk berjalan pada saat startup, kita bisa membatasinya pada program-program yang diperlukan saja agar bisa mengurangi pemakaian RAM dan CPU.

Caranya:

  1. Buka Task Manager, caranya klik kanan pada Task Bar lalu pilih Task Manager.
  2. Klik tab Startup pada Task Manager.
  3. Pilih Program yang dirasa tidak terlalu dibutuhkan > lalu klik tombol Disable.
  4. Ulangi langkah ini hingga hanya tersisa program-program yang penting saja.
matikan program startup

Setelah mematikan startup program yang tidak diperlukan, coba restart komputer Anda. Setelah itu cek lagi berapa pemakaian RAM dan CPU menggunakan Task Manager, pasti akan langsung terlihat perubahannya.

2. Setting Windows 10 menjadi “Adjust for best performance”

Cara mengurangi penggunaan resource RAM dan CPU di Windows 10 yang kedua adalah mengubah pengaturan tampilannya ke mode best performance. Mode ini akan membuat Windows mematikan efek animasi dan fitur grafis yang tidak tidak terlalu penting dan mengoptimalkan resource untuk performa.

Caranya:

  1. Ketik “advanced” (tanpa tanda kutip) pada search bar lalu pilih View advanced system settings.
  2. Klik pada tab Advanced.
  3. Klik tombol Settings pada bagian Performance.
  4. Pada bagian Visual Effects pilih Adjust for best performance.
  5. Klik OK.
mematikan efek animasi

Dengan memakai mode ini mungkin tampilan Windows 10 Anda akan terasa sedikit berubah, jadi terasa lebih flat dan klasik. Tapi kelebihannya ada sejumlah memori yang bisa kita hemat dan bisa dioptimalkan untuk menjalankan aplikasi yang lain. Untuk PC atau laptop dengan spesifikasi minimum yang pas-pasan melakukan tips ini mungkin akan lumayan membantu.

3. Matikan efek transparan

Windows 10 juga memiliki efek transparan untuk membuat tampilannya lebih cantik. Tapi bila diperhatikan efek transparan pada Windows 10 ini justru kurang cocok dengan tema desainnya yang flat.

Saya lebih suka mematikan efek transparan ini karena lebih serasi dan enak dilihat. Keuntungannya kita bisa menghemat sedikit resource memori agar performa komputer lebih optimal.

Caranya:

  1. Masuk ke menu Personalization, caranya dengan klik kanan pada area kosong di desktop > pilih Personalize.
  2. Masuk ke menu Colors.
  3. Kemudian tarik ke bawah hingga menemukan opsi Transparency effects.
  4. Klik hingga berubah menjadi Off.
matikan efek transparan untuk memperkecil penggunaan memori

4. Tambah kapasitas Virtual Memory

Di sistem operasi Windows terdapat juga Virtual Memory atau paging file yang berfungsi untuk membantu kerja RAM. File-file dari program yang berada pada keadaan idle (tidak aktif) akan disimpan ke dalam Virtual Memory ini.

Buat yang hobi main game atau menjalankan aplikasi-aplikasi berat, kapasitas Virtual Memory sebaiknya ditambah karena akan sangat membantu sekali untuk meningkatkan performanya.

Lihat caranya di sini:

Cara menambah Virtual Memory di Windows

5. Gunakan tema bawaan

Mengubah-ubah tema setelah install Windows 10 memang memberikan kesenangan tersendiri, Anda bisa menemukan banyak sekali tema custom gratisan yang bisa dipasang. Tampilannya juga bagus-bagus dan sangat menarik.

Tapi perlu diketahui kalau menginstall sembarang tema justru bisa merugikan, resikonya bisa menyebabkan komputer terkena virus dan malware, masalah pada update, crash, blue screen atau paling minimal membuat komputer malah semakin lelet.

Untuk mengganti tema Windows 10 kita memerlukan aplikasi Theme Patcher yang mana bukan aplikasi resmi dari Microsoft, jadi harus lebih hati-hati dalam menggunakannya. Memang tidak semua aplikasi patcher dan tema custom mengandung virus, ada juga beberapa tema yang bersih dan punya tampilan yang menarik.

Tapi mengingat tujuan kita adalah mengurangi penggunaan memori dan CPU maka hobi gonta-ganti tema tidak resmi semacam ini sebaiknya dihindari. Tema yang paling ringan dan optimal untuk performa Windows 10 adalah tema bawaan yang resmi dari Microsoft. Dengan sedikit modifikasi pada warna Anda tetap bisa membuatnya enak dilihat, jadi tidak perlu repot-repot download tema custom yang belum terjamin keamanannya.

tema bawaan windows 10

Jika memang sudah sangat bosan dengan tema bawaan dan ingin mengganti nuansa baru, maka Anda bisa mencari tema dari Microsoft Store. Ini akan jauh lebih aman bila dibandingkan dengan download dari situs lain yang tidak resmi. Tapi kalau saya pribadi lebih suka memakai tema bawaan saja karena lebih ringan dan tidak ingin menimbulkan masalah baru dengan gonta-ganti tema.

6. Jadwalkan update otomatis di luar jam aktif

Melakukan update Windows 10 adalah hal yang penting untuk dilakukan untuk menjaga performa dan keamanan komputer tetap optimal. Windows 10 memiliki jadwal update rutin yang bisa kita atur sendiri waktunya.

Tujuannya agar update tidak berjalan saat komputer sedang kita pakai untuk bekerja, karena proses update ini akan memakan resource yang cukup banyak terutama setelah masuk ke tahap instalasi.

Saya beberapa kali mengalami komputer yang tiba-tiba menjadi sangat berat, setelah saya cek pemakaian memori dan cpu juga jadi sangat tinggi. Ternyata penyebabnya adalah proses update Windows yang sedang berjalan.

Bahkan pada tahap instalasi update, pemakaian disk bisa mencapai 100%. Ini menyebalkan sekali, apalagi jika pada saat itu kita sedang melakukan pekerjaan yang berat seperti render video atau main game karena komputer menjadi sangat lelet dan lag.

Untuk mencegah agar hal ini tidak terjadi maka kita bisa atur jadwal update otomatis Windows pada jam-jam dimana kita tidak aktif menggunakan komputer untuk bekerja.

Caranya:

  1. Klik tombol Start > Settings.
  2. Pilih menu Update & Security.
  3. Klik pada Change active hours.
  4. Matikan opsi Automatically adjust active hours for this device based on activity.
  5. Klik menu Change.
  6. Tentukan rentang waktu saat Anda menggunakan komputer untuk bekerja. Update otomatis tidak akan dilakukan pada rentang waktu yang Anda tetapkan ini.
  7. Klik Save.
cara mengurangi pemakaian ram di windows 10

7. Kill program secara manual dengan task manager

Saat pemakaian RAM, Disk, dan CPU di komputer kita sangat tinggi karena teralalu banyak program yang berjalan maka menggunakan Task Manager untuk kill program-program yang tidak diperlukan akan sangat membantu.

Kadang meskipun sebuah program sudah ditutup tapi masih ada prosesnya yang berjalan di background, untuk mematikannya bisa kita lakukan lewat Task Manager.

Caranya:

  1. Buka Task Manager.
  2. Klik pada tab Processes.
  3. Pilih dan klik program yang kira-kira tidak dibutuhkan lagi.
  4. Klik End task.
  5. Ulangi langkah ini hingga semua program yang tidak dimatikan.
cara mengurangi pemakaian ram disk dan cpu di windows 10 dengan task manager

8. Restart komputer

Cara paling instan untuk mengembalikan pemakaian resource yang rendah dan stabil adalah dengan restart komputer. Bila menggunakan Task Manager dirasa terlalu ribet, maka cara yang lebih mudah untuk membuat pemakaian RAM, Disk, dan CPU pada komputer kembali normal adalah dengan cara restart.

9. Uninstall bloatware dan program yang tidak diperlukan

Bloatware adalah istilah untuk aplikasi yang menggunakan resource (RAM, Disk, CPU) lebih banyak dari yang dibutuhkan. Aplikasi semacam ini biasanya memiliki management yang buruk dan semakin lama akan memakan penyimpanan yang makin membengkak. Bila tidak dihapus bloatware juga akan terus berjalan dan memakan resource yang tinggi sehingga komputer kita menjadi lelet.

Bloatware biasanya punya maksud komersial, yang sering masuk bersama aplikasi gratisan, trial, dan bajakan. Setelah bloatware terinstall maka program ini akan terus berjalan dan memakan reource yang sebenarnya bisa kita manfaatkan untuk program lain, tak jarang juga aplikasi ini akan memunculkan notifikasi berupa tawaran dan iklan. Pokoknya menyebalkan sekali, oleh karena itu kita harus menghapusnya.

Caranya:

  1. Buka Control Panel.
  2. Pilih Programs and Features.
  3. Temukan program yang dicurigai sebagai bloatware.
  4. Klik kanan program tersebut.
  5. Pilih Uninstall.
  6. Uninstall juga program-program yang tidak dibutuhkan lagi.
menghapus bloatware dan program yang tidak diperlukan

Bila ada program yang tidak bisa diinstall maka kita bisa menggunakan aplikasi seperti RevoUninstaller. Untuk memastikan komputer benar-benar bersih Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi cleaner.

Pada postingan sebelumnya saya sudah berikan beberapa rekomendasi yang cukup bagus untuk digunakan. Silakan lihat di sini:

Aplikasi Cleaner PC Terbaik Untuk Windows

10. Bersihkan virus dan malware

Tips terakhir yang tak kalah penting untuk mengurangi penggunaan memori, CPU, dan disk di Windows 10 adalah memastikannya bersih dari virus dan malware.

Virus dan malware lebih jahat dari bloatware, jika bloatware umumnya membawa misi komersial dengan cara yang halus, maka virus dan malware punya cara yang lebih kasar.

Virus dan malware bisa menyebabkan banyak sekali masalah, kita ambil contoh virus shortcut yang sangat sering saya temukan di laptop milik teman. Virus ini akan terus menggandakan diri selama komputer hidup, sehingga membuatnya menjadi sangat lelet.

Laptop yang terkena virus shortcut biasanya mengalami pemakaian Disk hingga 100% bila dilihat dari Task Manager, selain itu file-file asli akan disembunyikan oleh virus sehingga membuat kita sangat repot.

Itu hanya satu contoh, masih banyak lagi bentuk virus dan malware lain yang sangat merugikan.

Bagaimana cara mencegah dan membersihkannya?

Saya akan merekomendasikan Anda untuk menggunakan aplikasi antivirus bawaan Windows 10 yaitu Windows Security (dulu namanya Windows Defender).

Selama bertahun-tahun menggunakan Windows 10 terbukti kalau Windows Security cukup bagus untuk melindungi PC yang saya pakai tetap bebas dari virus dan malware. Yang perlu kita lakukan hanyalah menjaganya tetap update dan aktif.

Caranya:

  1. Klik Settings.
  2. Pilih Update & Security.
  3. Pilih Windows Security.
  4. Klik pada opsi Virus & threat protection.
  5. Lakukan Full Scan.
  6. Setelah proses scan selesai, klik Manage settings pada bagian Virus & threat protections settings.
  7. Aktifkan Real-time protection dan semua fitur yang ada di sana.
  8. Pastikan semua indikator pada Windows Security berwarna hijau.
membersihkan virus dan malware untuk mengurangi pemakaian memori

Jangan lupa untuk selalu mengupdate Windows 10 untuk mendapatkan security patch dan database virus terbaru, dengan cara ini kita bisa lebih tenang karena Windows Security bisa bekerja lebih optimal untuk melindungi komputer dari serangan virus dan malware.

Itulah beberapa tips untuk memperkecil penggunaan memori RAM, CPU, dan Disk di Windows 10 yang bisa saya berikan pada kesempatan kali ini. Semoga membantu ya!

20 thoughts on “Cara Memperkecil Pemakaian RAM, Disk, dan CPU di Windows 10”

  1. Mo nanya min, apakah hanya menggunakan windows security aman aja tanpa anti virus tambahan, soalnya anti virus semacam avast lumayan memakan ram, mau ga pake anti virus takut juga.

    Reply
    • Aman. Asalkan rajin update Windows Security bagus kok, ringan juga gak banyak makan resources

      Reply
  2. Bang mau nanya, ketika saya mencek task manager ada pemakaian tidak wajar pada ram laptop saya seperti :
    1. Antimalware Service Executable memakan hampir setengah ram laptop saya (4 GB). Pas mau saya end task ada tulisan “The operation could not be completed.. access is denied” dan hal itu juga berlaku pada;
    2. Desktop window manager.

    Akibatnya hal itu berdampak pada kinerja laptop saya min, jadi agak lelet walaupun belum ada aplikasi yg dibuka atau dijalankan masih taks manager aja, dan kalau mau buka aplikasi lain agak lemot.

    Solusi saya sudah banyak cari di internet tp gak ada yang benar-benar bekerja maksimal.

    Menurut abang gimana solusi terbaiknya?

    Terimakasih ๐Ÿ™

    Reply
    • Antimalware Service Executable ini bagian dari Windows Security, jadi memang tidak bisa di-end task pake task manager.

      Coba masbro tes dulu pake cara ini:
      – Buka Settings
      – Pilih Update & Security
      – Pilih Windows Security
      – Pilih Virus & threat protection
      – Pada bagian Virus & threat protection settings > klik Manage settings
      – Pada Exclusions > klik Add or remove exclusions
      – Klik tombol Add an exclusion
      – Pilih Process
      – Ketik: MsMpEng.exe
      – Klik tombol Add
      – Restart komputer

      Screenshot

      Untuk pertanyaan yang kedua, Desktop Window Manager ini bagian dari sistem operasi Windows yang fungsinya untuk render tampilan dan efek visual seperti efek transparan, animasi, warna, modifikasi pada tema, dll.
      Oleh karena itu memang prosesnya berjalan sejak awal komputer menyala.

      Kalo ternyata resource yang dipakai terlalu tinggi berarti yang di-render berat, coba matikan efek transparan, animasi, dan efek-efek lain kalo ada, terus pake tema bawaan Windows. Di postingan ini sudah saya jelaskan caranya.

      Reply
  3. Bang laptop gw kalau sudah dipake agak lama kenapa cepat panas ya? bunyi kipasnya jg kenceng bgtt..
    ada saran gak?

    Reply

Leave a Comment